27 July 2010

Pindahkan Ibukota Jakarta

0 comments
Sebenarnya ini ide basi. Dari jaman Bung Karno sudah ada, dan jaman Orde Baru pun Jonggol sudah dipersiapkan. Akhirnya sampai sekarang cuma jadi wacana pelepas stres karena sudah mentok sama keadaan. Tetapi ingat, efek bercampurnya pusat pemerintahan dan pusat bisnis seperti Jakarta, membuat kemacetan di Jakarta sudah sangat serius mendekati akut.
Dan, kenyataan yang saya hadapi ternyata berkata membenarkan. Semenjak tinggal di Bekasi, ketika berangkat pagi, saya berpapasan dengan beberapa minibus milik pemerintah pusat, yang sedang menjemput karyawan. Hitung-hitung didalam minibus itu ada penumpang sekitar 30 orang, yang bertempat tinggal diluar kota Jakarta, tepatnya di Bekasi. Lalu masih ada berapa minibus lagi yang berangkat dari kota satelit lain seperti Tangerang dan Depok? Lalu ada berapa karyawan pemerintah yang memutuskan memakai kendaran sendiri maupun kendaraan operasional seperti mobil atau motor? Keadaan menjadi terbalik adalah ketika sedang ada libur kantor pemerintah seperti hari Sabtu atau hari libur nasional. Seperti itulah wujud asli Jakarta, yang lengang tanpa ada lalu lalang kendaraan pemerintah, maupun iring-iringan mobil pejabat yang dengan enaknya menembus kemacetan.

Macet Yang Mulai Akut
picture from vivanews.com
20 July 2010

Bhagasasi

0 comments
Kebetulan, mulai saat ini, saya memutuskan untuk menetap di Bekasi. Secara penasaran, berusaha mencari-cari tahu tentang sejarah Bekasi, banyak hal yang saya temui. Berdasarkan beberapa postingan tentang sejarah Bekasi, berikut ini secara garis besar akan saya tuturkan kembali.
Pada masa Kerajaan Tarumanegara, yang masih menggunakan bahasa sansekerta, wilayah ini disebut sebagai Candrabhaga, yang artinya adalah 'bagian dari bulan'. Ini sesuai dengan isi pada prasasti tugu yang ditemukan didaerah Cilincing. Kemudian pada masa kerajaan selanjutnya, yang sudah menggunakan campuran bahasa jawa, 'bagian dari bulan' ini diartikan menjadi Bhagasasi. Kemudian pada perkembangannya, penyebutan Bhagasasi menjadi Bhagasi. Dan pada masa penjajahan Belanda, Bhagasi menjadi Baccasie. Ini diperkuat dengan pernah ditemukannya plang nama Baccasie pada stasiun Lemahabang. Dan akhirnya sampai sekarang kita menyebutnya tetap sebagai Bekasi.
05 July 2010

Kawasan Mandiri

0 comments
Setelah Jakarta booming dengan pembangunan apartement bersubsidi di seluruh wilayah, kini timbul pertanyaan baru yang menggelayut, yaitu apakah kawasan hunian itu akan menjadi kawasan mandiri? Selayaknya memang demikian. sebuah kawasan mandiri sangat diperlukan untuk sebuah kota yang super sibuk seperti Jakarta. Ditambah lagi dengan carut-marutnya pola tranportasi yang jauh dari ideal, mobilitas yang tinggi pada Jakarta sudah tidak dapat lagi di tampung oleh wilayah yang sudah sangat padat ini.
Kawasan mandiri yang dapat berdiri sendiri ini selayaknya bisa diterapkan pada beberapa apartement bersubsidi yang sebagian sudah terisi penuh tersebut. Bertempat tinggal, bekerja dan berhibur harus dapat disediakan oleh kawasan ini, atau minimal sudah terintegrasikan kepada wilayah sekitarnya.

TOKYO MIDTOWN
picture from http://www.mitsuifudosan.co.jp/

syapari.com © 2010.

 
Powered by BLOGGER | Design by DheTemplate.com and Theme 2 Blog