Melihat judul diatas, sepertinya menjadikan saya seorang pakar peminyakan. Tapi nyatanya bukan, ini hanya sebuah uneg-uneg saya melihat kurang jelinya pemerintah dalam menyelesaikan masalah subsidi BBM yang sudah membebani APBN sebanyak trilyunan rupiah, tetapi target sasaran jauh meleset. Melihat para penikmat subsidi justru kalangan yang mampu, walau sudah ada anjuran pada spanduk-spanduk besar, bahwa premium adalah milik golongan kurang mampu.