26 July 2011

Solusi Subsidi BBM

0 comments
Melihat judul diatas, sepertinya menjadikan saya seorang pakar peminyakan. Tapi nyatanya bukan, ini hanya sebuah uneg-uneg saya melihat kurang jelinya pemerintah dalam menyelesaikan masalah subsidi BBM yang sudah membebani APBN sebanyak trilyunan rupiah, tetapi target sasaran jauh meleset. Melihat para penikmat subsidi justru kalangan yang mampu, walau sudah ada anjuran pada spanduk-spanduk besar, bahwa premium adalah milik golongan kurang mampu.


premium bagi golongan yang mampu


Yang jadi permasalahan, siapakah golongan yang kurang mampu untuk dapat membeli pertamax? Jika melihat para pembeli premium ternyata adalah sebagian besar motor dan mobil pribadi. Walau dengan secara mencicil, mereka mampu untuk dapat melunasi hutang kepemilikan kendaraannya, apakah mereka merasa keberatan dengan beban bahan bakar bagi kendaraannya? Jika jawabannya adalah "ya", harusnya mereka tidak memakai kendaraannya dan beralih ke angkutan umum. Daripada karena beban cicilan hutang kendaraan, juga ada beban jika harus membeli pertamax, maka mereka merasa 'termasuk' golongan yang tidak mampu tersebut.


SPBU khusus angkot

Pemerintah harusnya menyasar kepada orang-orang yang lebih memilih menggunakan angkutan umum. Alihkan subsidi kepada mereka. Bagaimana caranya? Konsep seperti pengisian BBM terpusat untuk busway patut dicontoh. Berikan subsidi BBM khusus kepada angkutan umum, dan hapuskan subsidi yang sudah berjalan sekarang, dengan cara pemerintah harus membuatkan SPBU baru khusus premium bagi kendaraan-kendaraan ber-plat kuning seperti angkutan umum tersebut dan hilangkan premium dari semua SPBU yang ada sekarang. SPBU ini juga bisa digunakan bagi kendaraan-kendaraan operasional pasar dan operasional sekolah, rumah sakit dan kendaraan pelayanan publik lainnya, dengan syarat harus dimutasikan menjadi plat kuning terlebih dulu.


mutasi ke plat kuning

Selain bisa mencegah kenaikan harga transportasi karena angkutan umum itu masih menggunakan premium, juga bisa sebagai alat untuk memonitor kendaraan-kendaraan umum itu, karena mereka terpusat disatu tempat saat mereka berada di pom bensin. Semisal uji emisi, pemeriksaan laik jalan, juga iuran retribusi. Konsep terpusat seperti ini bisa menghilangkan sistim penarikan retribusi disembarang badan jalan yang selalu membuat jalan menjadi macet, juga membantu administrasi dinas perhubungan darat untuk mengkontrol para angkutan umum tersebut. Dan yang paling penting, mencegah kendaraan pribadi untuk ikut menikmati premium.
Semoga masukan ini dapat sampai kepada yang berkepentingan, untuk kemajuan kita bersama. Semoga.
(foto : detik, manadobisnis, solopos)

0 comments:

Post a Comment

syapari.com © 2010.

 
Powered by BLOGGER | Design by DheTemplate.com and Theme 2 Blog